NIM: 51918167 (DKV)
Catatan: Merupakan tugas Ujian Akhir Semester Genap matakuliah Kewarganegaraan
1) Salah satu
tujuan dari konsitusi adalah memberikan pembatasan & pengawasan terhadap
kekuasaan politik serta jaminan terhadap hak dan kewajiban warga negara.
Konstitusi negara kita adalah UUD 1945. Bagaimana poin-poin penting dalam
konstitusi tersebut dilaksanakan di Indonesia? Jelaskan dan berikan contohnya!
Berikan analisa kritis Anda apakah negara kita dapat dikatakan sebagai negara
konstitusional ?
PENGANTAR
Menjadi sebuah unsur penting dalam
menjalankan sebuah ketatanegaraan, konstitusi perlu eksis dalam kehidupan
sebuah negara. Temasuk Indonesia yang merupakan salah satu negara yang mengakui
bahwa konstitusi hadir mendampingi keberlangsungan pemerintahannya. Dan
Undang-Undang Dasar 1945 tumbuh sebagai konstitusi negara Indonesia yang
dilandasi oleh nilai-nilai Pancasila.
POIN-POIN DALAM KONSTITUSI DI INDONESIA
a.
Dasar
Pembentukan Negara
Seperti yang sudah disebutkan
sebelumnya bahwa sebuah konstitusi berperan salah satunya sebagai dasar pembentukan negara. Begitupun
dengan UUD 1945 sebagai konstitusi negara Indonesia. Hal tersebut ditegaskan
sejak perumusan Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 sejak 22 Juni 1945 sebagai
Piagam Jakarta. Terdapat dalam alinea ke-4 Pembukaan UUD 1945, yang mana
disebutkan bahwa:
“... Kemudian daripada itu untuk membentuk suatu Pemerintah Negara Indonesia merdeka yang
melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk
memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut
melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi
dan keadilan sosial, maka disusunlah
Kemerdekaan Kebangsaan Indonesia itu dalam suatu Undang-Undang Dasar Negara
Indonesia, yang terbentuk dalam suatu susunan Negara Republik Indonesia
yang berkedaulatan rakyat dengan berdasar kepada Ketuhanan dengan kewajiban
menjalankan syariat Islam bagi pemeluk- pemeluknya, menurut dasar kemanusiaan
yang adil dan beradab, Persatuan Indonesia dan Kerakyatan yang dipimpin oleh
hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan, serta dengan mewujudkan
suatu Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.”
Dalam pelaksanaannya, UUD 1945
membentuk sebuah negara dalam konteks dasar hukum yang berlaku di Indonesia.
Seperti apa hukum seharusnya ditegakkan haruslah merujuk kembali kepada UUD
1945. Hal ini sangatlah penting karena UUD 1945 sendiri tersusun atas
nilai-nilai filosofis kehidupan masyarakat Indonesia sendiri yang mana fundamen/dasar
dalam kehidupan berbangsa dan bernegara benar-benar telah diuji dengan berbagai
peristiwa dan kondisi bangsa sesuai dengan dinamika sejarah yang telah berlalu
dari masa ke masa.
b.
Konstitusi
merupakan Hukum Dasar dan Hukum Tertinggi
Kemudian,
seperti yang disebutkan sebelumnya bahwa dalam pelaksanaannya, UUD 1945
membentuk sebuah negara dalam konteks dasar hukum yang berlaku di Indonesia.
Seperti apa hukum seharusnya ditegakkan haruslah merujuk kembali kepada UUD
1945. Tak hanya itu, UUD 1945 juga
menjadi sebuah bentuk hukum tertinggi yang berlaku di Indonesia. Karena apa
yang teratur dalam UUD 1945, semuanya berdasar atas nilai filsafat kehidupan
yang paling tepat bagi keadaan yang terjadi di Indonesia.
c.
Sebagai
Pemersatu Bangsa
Seperti
yang kita ketahui bahwa dari dahulu hingga saat ini kita hidup di Indonesia
dipenuhi dengan pluralisme. Berbagai macam suku, agama, ras, adat, budaya, dan
lain sebagainya yang merupakan para pendahulu bangsa. Tak terkecuali para
generasi yang memperjuangkan kemerdekaan Indonesia melalui perumusan konstitusi
Indonesia, yaitu UUD 1945. Dengan adanya pluralisme ini, secara natural kita
dituntut untuk menjadi satu kesatuan, bertoleransi satu sama lain, sehingga
perbedaan dapat menjadi persatuan. Dengan adanya persatuan, maka hal yang
dicita-citakan akan mudah digapai. Hal ini tersurat pula dalam Pembukaan UUD 1945,
sebagai berikut:
“Dan
perjuangan pergerakan kemerdekaan Indonesia telah sampailah kepada saat yang
berbahagia dengan selamat sentausa mengantarkan rakyat Indonesia ke depan pintu
gerbang kemerdekaan Negara Indonesia,
yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur.”
Karena
bagaimanapun juga, UUD merupakan mahakarya bersama yang dihasilkan melalui konsensus bersama, melalui Pancasila
menjadi titik-titik yang menyatukan
keindonesiaan. Dengan demikian, jelas bahwa UUD 1945 merupakan hal
yang harus dijunjung tinggi oleh setiap warga Indonesia dalam mengembangkan
kehidupan kebangsaan dan kenegaraan.
d.
Merupakan
Perangkat Kehidupan yang Demokratis
Menjadi
sebuah pemersatu bangsa, konstitusi UUD 1945 tentunya tidak hanya sebatas
aturan yang mengikat, tetapi juga sebagai peraturan yang menjadi perangkat
kehidupan yang demokratis. UUD 1945 merupakan hal yang kompatibel bila
diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Sehingga membuatnya demokratis.
Contohnya saja beberapa norma-norma sosial yang memang teratur pula dalam UUD
1945. Sebut saja aturan mengenai kesusilaan. Banyak sekali aturan yang memaksa
dari norma-norma adat dan sosial, begitupula aturan-aturan yang berasal dari
UUD 1945 yang berbicara mengenai hal-hal yang berkaitan didalamnya.
Maka hal
tersebut akan membuahkan keseimbangan dalam berdemokrasi. Bila kita menjalankan
apa-apa yang diatur dalam UUD 1945, maka akan terciptalah kehidupan yang
berdemokrasi. Berbagai macam pemaknaan seperti perlindungan HAM, pembatasan
pemerintahan dan kekuasan, serta lain sebagainya akan membawa kita dalam
kedaulatan.
e.
Perlindungan
HAM
Jika kehidupan demokratis telah
tercipta, maka sebuah perlindungan HAM akan ikut mendampingi kehidupan
bernegara. Dengan menjunjung tinggi UUD 1945, maka kita akan mendapat perlindungan
HAM dari sesama masyarakat. Dalam UUD 1945 juga terdapat bab khusus yang
mengatur mengenai Hak Asasi Manusia yaitu dari pasal 27 hingga pasal 34.
INDONESIA NEGARA KONSTITUSIONAL
Pada
faktanya, negara Indonesia adalah negara konstitusional. Karena Indonesia
menerapkan konstitusi/hukum sebagai alat untuk berpedoman dalam menjalankan
ketatanegaraannya. Undang-Undang Dasar merupakan sumber hukum tertinggi
yang menjadi pedoman dan norma hukum
yang dijadikan sumber hukum bagi peraturan perundangan yang berada di bawahnya.
Untuk menjaga paham konstitusionalisme maka dibentuklah Mahkamah Konstitusi
yang diberi tugas untuk menjaga Undang-Undang Dasar.
IN A
NUTSHELL
Secara konseptual, konstitusi UUD
1945 bertindak sebagai pedoman untuk berdemokratis, melindungi HAM, memberi
pendidikan politik, pada lingkungan hidup, kepekaan, dan toleransi sosial,
dalam konteks masayarakat plural.
2) Dalam UU
Kewarganegaraan RI No 12 Tahun 2006 dinyatakan “Mempunyai paspor atau surat
yang bersifat paspor dan negara asing atau surat yang dapat diartikan sebagai
tanda kewarganegaraan yang masih berlaku dari negara lain atas namanya membuat
seorang WNI dapat kehilangan kewarganegaraannya. Bagaimana pendapat Anda
mengenai kasus sebanyak 177 calon jemaah haji Indonesia yang memiliki paspor
Filipina yang tertangkap oleh pihak otoritas Filipina? Berikan analisa kritis
dan rekomendasi/solusi Anda!
Sebelum membahas kasus 177 calon
jemaah haji Indonesia yang memiliki paspor Filipina yang tertangkap oleh pihak
otoritas Filipina, saya ingin sedikit menyinggung mengenai pasal ini (UU
Kewarganegaraan RI No 12 Tahun 2006). Disebutkan bahwa “Mempunyai paspor atau
surat yang bersifat paspor dan negara asing atau surat yang dapat diartikan
sebagai tanda kewarganegaraan yang masih berlaku dari negara lain atas namanya”.
Menurut saya, aturan ini belum terlalu efektif dan masih mengandung keambiguan.
Tedapat kata “dapat” yang sebenarnya bisa berlaku atas situasi dan kondisi yang
terjadi atas suatu hal. Dalam hal ini, bila pada faktanya seseorang menggunakan
paspor dari negara lain, belum tentu ia mengakui bahwa dirinya memiliki
kewarganegaraan paspor negara tersebut. Sedangkan dalam pasal ini, seolah-olah
menjustifikasi bahwa bila seseorang menggunakan paspor negara lain, maka ia
mengakui dirinya sebagai warga negara asal paspor tersebut. Oleh sebab itu,
menurut saya pasal ini perlu perkembangan lebih lanjut.
Sekarang kita simpan terlbih dahulu
hal di atas. Saat nya membahas mengenai kasus 177 calon jemaah haji Indonesia
yang memiliki paspor Filipina yang tertangkap oleh pihak otoritas Filipina, dan
bila menilik kebijakan yang diatur dalam UU Kewarganegaraan RI No 12 Tahun 2006,
maka para calon jemaah tersebut sudah dapat dikatakan bahwa mereka kehilangan
kewarganegaraan mereka, karena tidak menggunakan paspor/identitas semacam
paspor asli Indonesia. Tidak hanya para calon jemaah tersebut saja yang dapat
dikatakan “bersalah atas kasus ini”, para agen travel haji nya sendiri pun bisa
dikatakan ilegal karena tidak mematuhi aturan yang berlaku baik itu mengenai
perjalanan internasional, maupun perundang-undangan yang berkaitan mengenai
ibadah haji.
Tentunya bukan tanpa alasan mereka
melakukan hal seperti ini. Usut punya usut, daftar tunggu yang terlalu lama
membuat mereka memaksakan diri untuk tetap melakukan ibadah haji dengan waktu
tunggu yang lebih singkat. Dan cara seperti tadi lah mereka lakukan.
Melihat kasus seperti ini,
sepertinya baik itu masyarakat sendiri maupun pemerintah perlu berinteropeksi
dan mengevaluasi tentang hal-hal yang berkaitan dengan ibadah haji ini. Bagi
masyarakat sendiri bagi yang pernah melakukan ibadah haji (kecuali pembimbing
resmi kegiatan) untuk memberikan kesempatan bagi yang belum melaksanakan ibadah
haji, karena menimbang padatnya jama’ah haji. Karena daftar tunggu yang lama
tersebut, tidak sedikit disebabkan oleh masyarakat yang melakukan ibadah haji
lagi. Kemudian, untuk pemerintah sebaiknya mengevaluasi segala kekurangan yang
terjadi dalam penyelenggaraan ibadah haji di tahun sebelumnya, agar kedepannya bisa
lebih efektif. Solusi dari saya sendiri, mungkin kepada pemerintah dapat
melakukan diskusi lebih lanjut mengenai kerjasama Indonesia dengan Kerajaan
Arab Saudi tentang pelaksanaan ibadah haji ini, baik itu dari segi penambahan
kuota, maupun pembaruan kebijakan lainnya.
3) Berdasarkan
pengertian ketahanan nasional, seluruh kehidupan nasional dirinci dengan sistematika
Astagrata, Jelaskan aspek-aspek Ketahanan nasional tersebut dari segi positif
dan negatifnya serta berikan analisa Anda sejauh mana ketahanan nasional
Indonesia saat in terutama dalam Masyarakat Ekonomi ASEAN yang telah berjalan
selama ini?
ASTAGRATA DAN KETAHANAN NASIONAL
Astagrata merupakan konsepsi
mengenai aspek-aspek yang mendukung ketahanan nasional. Astagrata sendiri
berarti “delapan aspek (yang saling berkaitan satu sama lainnya)”. Maksudnya
dalam ketahanan nasional dalam konsep astagrata, terdapat delapan aspek yang
terbagi menjadi 2, yaitu trigatra (tiga aspek) dan pancagatra (lima aspek). Trigatra
terdiri atas gatra letak dan kedudukan geografi, gatra keadaan dan kekayaan
alam, serta gatra keadaan dan kemampuan penduduk. Sedangkan pancagatra terdiri
atas gatra ideologi, gatra politik, gatra ekonomi, gatra sosial budaya, serta
gatra pertahanan dan keamanan.
Gatra letak dan kedudukan geografi;
(+) Indonesia yang terletak
diantara samudera Pasifik dan samudera Hindia serta diapit oleh benua Asia dan
benua Australia, membuat negara kita menjadi negara yang strategis.
(+) Negaranya yang tersusun atas archipelago (kepulauan) dengan jumlah ±17.504 pulau dan membentang seluas
1.910.931 km2. Dengan ini Indonesia memiliki wilayah daratan yang
menyebar dan memiliki wilayah perairan yang sangatlah luas.
(+) Dengan kondisi geografinya yang
seperti ini, Indonesia memiliki 2 musim, yaitu musim kemarau dan musim
penghujan. Hal ini membuat kawasan Indonesia merupakan kawasan dimana hutan
hujan tropis dapat berkembang dengan baik jika dipertahankan.
(-) Kondisi Indonesia yang
sangatlah luas membuat kita tidak jarang melewatkan pengawasan terhadap batas-batas
negara, sehingga banyak oknum-oknum yang ilegal menyusup masuk ke Indonesia
tanpa sepengetahuan. Entah itu ketika mencuri hasil bumi Indonesia atupun
bentuk kejahatan lainnya.
(-) Indonesia juga terancam akan
kondisi geografinya sendiri. Indonesia merupakan salah satu negara yang
dilewati oleh Cincin Api, dimana merupakan sebuah jalur gunung-gunung api
aktif. Hal ini tentunya menjadi sebuah ancaman yang cukup masif dari peristiwa
gunung meletus, dan gempa bumi. Belum lagi kawasan perairan yang sangat luas,
Indonesia akan terancam oleh tsunami.
Gatra keadaan dan kekayaan alam;
(+) Letak Indonesia yang luas juga
memberikan benefit lain berupa kekayaan alam yang melimpah. Indonesia sudah
tidak diragukan lagi akan kekayaan alam nya yang berupa flora dan fauna, serta
hasil tambang. Berbagai macam spesies flora dan fauna yang sangat lah beragam
membuat Indonesia seolah-olah menjadi cagar alam nya dunia.
(+) Selain itu, hasil tambang yang
ada di bumi Indonesia juga sangat melimpah. Emas, nikel, aspal, batu bara, dan
minyak bumi merupakan sekian dari hasil tambang Indonesia yang sering menjadi
objek perdagangan internasional.
(+) Melihat kawasan perairan yang
luas, sudah jelas bahwa Indonesia memiliki keberagaman makhluk air yang
bermacam-macam, juga jumlahnya yang besar. Juga keindahan ekosistem air
didalamnya.
(-) Dengan melimpahnya kekayaan alam,
Indonesia terancam oleh negara lain karena tidak dapat disanggah bahwa banyak
sekali negara yang memanfaatkan negara Indonesia untuk mengeksploitasi kekayaan
alam yang tersedia di bumi pertiwi. Alhasil, masyarakat Indonesia sendiri tidak
dapat merasakan kekayaan kekayaan buminya sendiri, bahkan justru mendapat
residu yang merugikan dari para eksploitan yang tidak bertanggung jawab.
Gatra keadaan dan kemampuan penduduk;
(+) Indonesia merupakan salah satu
negara dengan jumlah penduduk terbesar. Jika melihat jumlahnya, kita dapat
memanfaatkannya untuk berbagai macam sektor kehidupan. Dengan cara
mengembangkan softskill maupun hardskill dari setiap individu yang produktif,
akan membantu Indonesia untuk mengembangkan keadaan negaranya sehingga menjadi World Class Country.
(-) Namun pada faktanya, jumlah
masyarakat di Indonesia yang banyak, tidaklah seimbang dengan pertumbuhan
sosial ekonomi yang ada di Indonesia. Hal ini menimbulkan berbagai macam isu
seperti kesenjangan ekonomi, ketidakseimbangan keadaan sosial, hingga marak
meimbulkan terjadinya kriminal.
Gatra ideologi;
(+)
Indonesia merupakan salah satu negara yang memiliki ideologi kuat dan ideal.
Ideologi Pancasila yang dimiliki Indonesia seharusnya membuat Indonesia menjadi
negara yang menjalankan fungsi dan tujuan kenegaraanya dengan maksimal.
(-) Namun
arus globalisasi yang kian hari kian besar pengaruhnya, membuat cukup banyak
warga Indonesia sendiri merasa bahwa ideologi Pancasila sudah kuno dan tidak
lagi cocok diterapkan di Indonesia. Hal ini tentunya menjadi trigger terhadap disintegrasi bangsa.
Gatra
politik;
(+)
Seharunya Indonesia memiliki keadaan politik yang baik dan tenteram jika
dilihat dari segi ideologi yang sangat lah ideal dengan keadaan masyarakat
Indonesia. Juga harusnya dapat perwujudnya sistem politik yang demokratis yang
dapat melahirkan penyeleksian pemimpin yang dipercaya oleh masyarakat.
(-) Namun ancaman yang dapat ditimbulkan dari berbagai
macam sumber, membuat sistem pepolitikan Indonesia tenacam oleh politik tidak
sehat, sehingga dapat menimbulkan keresahan di masyarakat dan pemerintah
terancam akan kehilangan kepercayaan dari rakyat.
Gatra ekonomi, sosial, dan budaya;
(+) Dengan melimpahnya kekayaan Indonesia, dan
beragamnya kemajemukan yang menyertainya, Indonesia memiliki potensi untuk
mengembangkan itu semua demi terwujudnya keadaan ekonomi yang menguntungkan,
kondisi sosial yang sejahtera, serta praktik budaya yang toleran.
(-) Namun
hal ini bisa saja terancam bila salah satu aspek diatas tidak berjalan
beriringan satu sama lain, sehingga dapat merusak tatanan sosial, dan mengancam
persatuan dan kesatuan.
Gatra
pertahanan dan keamanan;
(+) Dengan
adanya jumlah masyarakat di Indonesia yang besar, seharusnya dapat Mmngefektifkan
Tentara Nasional Indonesia sebagai alat negara yang berperan dalam bidang
pertahanan dan Kepolisian Negara Republik Indonesia sebagai alat negara yang
berperan dalam bidang keamanan, serta mengembalikan jatidiri Tentara Nasional
Indonesia dan Kepolisian Negara Republik Indonesia sebagai bagian dari rakyat.
(-) Namun
terkadang masalah mengancam dari sumber lain. Sebut saja wilayah Indonesia yang
luas membuat tidak jarang wilayah Indonesia dimasuki oleh penyusup, sehingga
ketahanan dan keamanan Indonesia terkesan lemah di mata negara luar.
KETAHANAN NASIONAL DAN MEA
Kondisi MEA
Indonesia sejauh ini menurut saya bisa dikatakan lebih baik dari tahun-tahun
sebelumnya. Warga Indonesia masa kini sudah mulai aware terhadap ajang kompetisi ekonomi internasional ini. Setaip
kurun waktunya, cukup banyak perkembangan ekonomi Indonesia yang mulai merambah
ke pasar Internasional. Hal ini menjadi sebuah keuntungan bagi para generasi
penerus. Namun itu bukan berarti semua hal nya dilimpahkan kepada generasi
penerus. Mereka bukanlah tempat untuk menaruh harapan, melainkan mereka adalah
potensi yang perlu digali bersama dengan generasi penggagas agar kondisinya
stabil dan kian membaik.
4. Fotografi berperan dalam dalam perubahan sosial,
karena memiliki pesan yang mendalam di setiap gambarnya. Mahasiswa diwajibkan
membuat 1 (satu) hasil karya foto (hasil karya sendiri) tentang tema (pilihan)
Gerakan Nasional Revolusi Mental" atau "Nationalism and Proud to be Indonesian".
Foto diunggah di blog masing-masing disertai dengan analisa kritis mengapa Indonesia
memerlukan revolusi mental atau mengapa harus mengembangkan rasa nasionalisme, berikan
rekomendasi/ solusi Anda terhadap permasalahan yang dihadapi!
Masa kini
tidak jarang bahwa kaum millenial yang sudah menyerap berbagai value dari perkembangan zaman terkadang
lupa dengan negerinya sendiri. Negeri yang menyediakan berbagai kebutuhan. Akhirnya
memaksa mereka untuk menyimpan negerinya sendiri, dan mulai menengok negeri
lain. Mereka seolah-olah menjadi orang yang paling hebat bisa mengunjungi
negeri orang lain. Padahal kenyataannya secara tidak langsung memperkenalkan
apa yang ada di negeri lain, ketimbang negerinya sendiri.
Pada
kesempatan ini saya mengangkat isu mengenai destinasi wisata. Alam Indonesia yang
begitu ramai dengan keanekaragaman tentunya akan memberi daya tarik bagi kita
untuk menjadikannya sebagai salah satu pilihan destinasi. Jika ini dilakukan,
tidak hanya kita yang mendapat keuntungan lebih seperti lebih ekonomis, lebih
terjangkau, juga memberikan nilai positif baik bagi pengelola tempat maupun
bagi negara kita sendiri. Dengan mengunjingi destinasi lokal, secara tidak
langsung kita memberikan pemasukkan bagi sesama warga Indonesia, yang akhirnya
dapat mengurangi angka kesenjangan sosial. Lagi, dengan mengunjungi destinasi
wisata lokal akan menjadi sebuah nilai tambahan dalam daftar evaluasi bagi
pemerintah untuk menarik wisatawan asing untuk berkunjung ke Indonesia dan
memperkenalkannya. Dengan begitu masyarakat akan bangkit untuk berusaha memperbaiki
keadaan ekonomi di tempat tesebut. Sepatutnya kita bangga dengan apa yang
Indonesia miliki. Namun yang paling penting adalah, bukan seberapa bangga
dengan Indonesia, namun seberapa jauh usaha kita untuk kemajuan Indonesia.
Saran bagi
pembaca adalah, marilah kita melakukan hal-hal positif yang dapat membantu
memajukan Indonesia. Lakukanlah sesuai passion
Anda. Tidak harus menjadi politikus, tidak harus menjadi duta kebangsaan,
tidak harus menjadi figur ternama, tapi mulailah dari yang terkecil tapi
memiliki nilai yang berarti bagi Anda sendiri dan bagi bangsa Indonesia.
REFERENSI
8 Peran Konstitusi dalam Negara Demokrasi. (2019).GuruPpkn:
guruppkn.com
Ridwandi, M. (2018, January 30). Aspek-Aspek
Ketahanan Nasional dari Segi Positif dan Negatifnya. R1D Blog's: https;//muhammadridwanblog.wordpress.com
Sekretariat Jenderal MPR RI. (2012). Empat Pilar
Kehidupan Berbangsa dan Bernegara. Jakarta: Sekretariat Jenderal MPR RI.






0 komentar:
Posting Komentar